Saturday, May 13, 2017
Sunday, April 23, 2017
Indahnya Shalawat Nabi Muhammad : Kehebatan, Keutamaan dan Keistimewaan dari Shalawat
suara jiwa pelopor8:49 PMIndahnya Shalawat Nabi Muhammad : Kehebatan, Keutamaan dan Keistimewaan dari Shalawat
No comments
Indahnya Shalawat Nabi Muhammad :
Kehebatan, Keutamaan dan Keistimewaan dari Shalawat
Allah dan Segenap Malaikat Bershalawat Kepada Nabi Muhammad
Membaca Sholawat itu sangatlah besar sekali hasiatnya dan mengamalkan
shalawat sangatlah di cintai Allah dan Rosulullah, di samping merupakan
tanda cinta kepada Nabi Muhammad Saw; juga melaksanakan perintah Allah Swt.
Dengan membaca shlawat kita akan mendapatkan barokah yang agung, keutamaan
yang mulia dan memperoleh syafaat beliau atas izin Allah swt, Sehingga kita
mampu meneladani beliau dalam kehidupan ini dan di berikan Allah kekuatan untuk
melanjutkan perjuangan beliau.
Artinya : Sungguh Allah dan Malaikat-Nya
bersolawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersolawatlah kalian
atasnya dan bersalamlah
dengan sesungguh- sungguhnya.
Ketahuilah
bahwa sholawat itu berbagai macam shighot ( bentuk lafadh ) sampai mencapai
4000 bahkan sampai pada 12.000 macam. Semuanya telah di sepakati dan di pilih
oleh kalangan mereka yang gethol dengan Sholawat mulai Negara bagian tiimur
sampai Negara barat denga menurut apa yang mereka jumpai yang mana sanadnya
sambung antara mereka dan beliau Nabi Muhammad Saw. Mereka faham betul tentang
keistimewaan-keistimewaan dan manfa'at- manfa'at yang terkandung di dalam masing-
masing Sholawat dan mereka telah menemukan rahasia- rahasia yang ada di
dalamnya, sebagian rahasia itu telah masyhur di kalangan mereka, baik melalui
jalan uji coba maupun kenyataan- kenyataan dalam usaha untuk menghilangkan
kesempitan-kesempitan maupun untuk menghasilkan hal –hal yang di inginkan,
seperti sholawat munjiyat yang insya Allah akan di jelaskan di belakang
nanti.
KEISTIMEWAAN MEMBACA SHOLAWAT
Banyak sekali hadits- hadits yang menerangkan tentang keistimewaan membaca
sholawat, di antaranya adalah hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Mandah dari
Jabir bahwasanya ia berkata "
قال رسول الله صلعم " من صلى علي كل يوم مائة مرة وفي رواية
من صلى علي في اليوم مائة مرة قضى الله له مائة حاجة سبعين منها في الاخرة وثلاثين
في الدنيا .
Artinya : Rasulullah Saw bersabda " Barang
siapa bersholawat kepadaku setiap hari 100 x , dalam riwayat lain
mengatakan Barang siapa bersolawat kepadaku dalam sehari 100 x , maka
Allah akan memenuhi baginya 100 hajat yang 70 di berikan di akhirat dan yang 30
di berikan waktu di dunia.
Dari Nabi Muhammad Saw bahwasanya beliau
bersabda "
من عسرت عليه حاجته فليكثر بالصلاة وفي رواية فأكثر بالصلاة علي
فانها تكشف الهموم والغموم والكروب ونكثر الارزاق وتقضى الحوائج
Artinya : Barang siapa sulit keperluannya, maka
hendaklan memperbanyak dengan sholawat, dalam sati riwayat : lalu ia
memperbanyak dengan sholawat kepadaku, maka sesungguhnya itu bias membuka
kesedihan dan kesempitan dan bias memperbanyak rizki dan semua hajjat akan
terpenuhi.
Imam As-Suyuty
berkata " sesungguhnya hadits ini shohiih, dan banyak bersholawat atas
Nabi Saw itu bisa mempermudah jalan rizki dan banyak barakah yang turun, dan
bisa untuk menghilangkan kesedihan- kesedihan dan juga untuk memenuhi beberapa
hajat. Kesemua itu bisa dengan jalan kenyataan yang terjadi maupun dengan jalan
uji coba antara Ulama' salaf dan Ulama' kholaf, dan bertawassul dengan melalui
sholawat salam kepada Nabi Muhammad Saw dalam semua urusan itu terjadi di
antara manusia dan kalangan Jin dan Malaikat sebagaimana yang telah di
kemukakan dalam ayat- ayat dan Hadits- Hadits. "
Di
ceritakan dari Saw bahwasanya beliau bersabda " Aku melihat di malam
mi'raj ada satu malaikat yang jatuh tertelungkup tanpa sayap karena patah dan
berubah warnanya, lalu aku bertanya pada Jibril ' wahai Jibril siapa malaikat
ini dan apa yang sedang terjadi pada dirinya ?, berkata Jibril; ini adalah
malaikat termasuk muqarrabin yang di utus oleh Allah bertugas menghancurkan
suatu kaum, namun karena ia teledor karena merasa kasihan dengan mereka, maka
Allah murka kepadanya sejak 4.000 tahun yang lalu sebagaiman yang kau lihat,
aku bertanya " apa tiada taubat baginya ? lalu Allah memberi wahyu
kepadaku bahwa taubatnya adalah membaca Sholawat kepadamu Muhammad 10 x. Lalu
Malaikat tersebut membaca sholawat kepada Nabi Saw 10 x kemudian malaikat
tersebut kembali semula dan ia memiliki 70.000 wajah dan dalam setiap wajah
terdapat 70.000 mulut dan setiap mulut terdapat 70.000 lidah , setiap lidah
bertasbih kepada Allah 70.000 bacaan tasbih, lalu Allah menciptakan dari
setiap tasbih tersebut malaikat yang beristighfar memintakan ampun bagi
orang yang membaca sholawat kepadaku " ( Keterangan dalam kitab
Bahrul-Anwar ).
Di riwayatkan dari baginda Nabi Muhammad Saw bahwasanya beliau bersabda:
اتاني جبرائل واسرافيل وعزرائل وميكائل عليهم الصلاة والسلام فقال جبرائل : يا
رسول الله من صلى عليك عشر مرات أنا اخذ بيده وأمره على الصراط , وقال ميكائل انا
اسقيه من خوضك , وقال اسرافيل انا اسجد لله تعالى ما أرفع رأسي حتى يغفر
الله له , وقال عزرائل أنا أقبض روحه كما قبضت ارواح الانبياء عليهم الصلاة
والسلام.
Artinya : Telah mendatangiku Jibril, Mikail,
Israfil dan 'iizrail lalu Jibril berkata " Ya Rasulallah barang siapa yang
bersholawwat kepadamu 10 kali, maka aku akan memegang tangannya dan aku ajak
melewati shirathot ( jembatan ) dan Mikail berkat " saya akan memberi
minuman kepadany dari telagamu, dan berkata Israfil " saya akan bersujud
kepada Allah Ta'ala saya tak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah
mengampuninya, dan Izrail berkata " saya akan mencabut nyawanya
sebagaimana aku mencabut arwah- arwah para Anbiya' Alihim Al-salam.
Hikmah – hikmah membaca sholawat
1.
Hikmah membaca sholawat tak terhingga jumlahnya, di
antaranya ialah;
( انها تجلو القلب من الظلمة) Bahwa sholawat bisa menyinari hati
dari kegelapan.
2
Tidak membutuhkan guru pembinbing. ( وتغني
عن الشيخ )
3
Bisa menjadi sebab sampai kepada Allah. ( وتكون سبابا للوصول)
4
Bisa memper banyak Rizki وتكثر
الرزق
r Orang yang memperbanyak bersholawat Allah Mengharamkan jasadnya dari api neraka من أكثر منها حرم الله جسده على النار
r Orang yang memperbanyak bersholawat Allah Mengharamkan jasadnya dari api neraka من أكثر منها حرم الله جسده على النار
Adab membaca sholawat
Adab membaca sholawat yaitu;
1). Suci dari najis.
2), Berwudlu.
3). Menghadap kiblat (lebih utama).
4). Berfikir tentang dzat Nabi Muhammad saw yang mulia (Sifat,
perilaku dan perkataanya).
5). Membaca dengan segenap jiwa dan perasaan
6). Meresapi mankna shalawat yang di baca ( makna
kalimat, huruf & Sirrnya)
7). Membaca dengan penuh tawadu’ (dhohir & Bathin)
dan lillahi ta’ala
8). Meyakinkan hati bahwasanya beliu adalah suri
tauladan yang utama yang wajib di contoh
9). Membaca secara tartil
masing- masing huruf sholawat.
10). Berfikir tentang dzat Nabi Muhammad saw yang mulia (Sifat,
perilaku dan perkataanya).
11). Tidak tergesa- gesa pada kalimat- kalimat sholawat. Sebagaimana sabda
beliau
إذا صليتم علي
فأحسنوا الصلاة علي فإنكم لاتدرون لعل ذلك يعرض علي وقولوا اللهم اجعل صلواتك
وبركاتك على سيد المرسلين وامام المتقين وخاتم النبيين سيدنا محمد عبدك ورسولك
امام الخيروقائد الخير ورسول الرحمة اللهم ابعثه المقام المحمود الذى يغبط فيه
الاولون والآخرون رواه الديلمى
Artinya: Bila kalian bersholawat kepadaku, maka
perbaiki sholawat kepadaku.karena
Kalian tidak tahu mungkin itu di haturkan kepadaku dan ucapkanlah
ya Tuhanku jadikan sholawat-Mu dan barokah-Mu kepada pemimpin para Rasul
dan imamnya orang- orang yang taqwa dan penutup para Nabi yaitu pemimpin kami
Muhammad yang menjadi hamba-Mu dan Rasul-Mu pemimpin kebaikan dan penuntun
kebaikan dan Rasul kasih sayang. Ya Tuhan kami berilah ia kedudukan yang terpuji di mana orang- orang
terdahulu dan yang akhir semua pada berharap di dalamnya.( I’anatuttholibin juz
awwal hal 7 ).
Beberapa Sholawat beserta hasiat dan keutamaanya.
Itulah di antara
sebagian hasiyat- hasiyat membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw , dan tentu
masih banyak lagi hasiyat- hasiyat lain yang tidak mungkin kami tulis satu
persatu karena saking terlalu banyaknya tentang hasiyat tersebut.
1.
SHOLAWAT THIBBIL QULUB
الَلهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودواءها وعافية الابدان وشفاءها ونور
الابصار وضياءها وعلى اله وصحبه وسلم
Khasiyatnya : Untuk mengobati rasa sakit perut
Caranya : Sediakan segelas air
putih dan bacalah sholawat tersebut sebanyak 7 kali ( tujuh kali ).
2. SHOLAWAT FATIH
اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما اغلق والخاتم لما سبق والناصر الحق بالحق
والهادي الى صراطك المستقيم وعلى اله وصحبه حق قدره ومقدره العظيم
Khasiyatnya : Agar hati menjadi terang dan mudah masuknya ilmu pengetahuan.
Cara mengamalkannya : Setiap selesai sholat lima waktu
membiasakan diri memmbacanya sebanyak 11 x. Dan setiap malam Jum;at 100 kali
dengan condong ke kiblat
3.SHOLAWAT
NARIYAH
اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد
وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتم ويستسقى الغمام
بوجهه الكريم وعلى اله وصحبه في كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
Khasiyatnya : Untuk mengembalikan barang yang
hilang.
Caranya : Di baca
4.444 ( empat ribu empat ratus empat puluh empat ). Bacaan bisa di
lakukan oleh orang banyak.
Bila barang itu di curi oleh pencuri dan barang
itu tidak segera di kembalikan, maka ia bisa- bisa mati dalam waktu tidak lama,
Bila barang itu hilang dan raib tak tentu , maka akan segera anda temukan, atau
di temukan oleh orang lain.
Berkata Syaikh Muhammad At-Tunisy " Barang siapa membaca sholawat Nariyah
setiap selesai sholat fardlu sebanyak 11 kali, maka seolah-olah ia menurunkan
rizki dari langit dan mengeluarkannya dari bumi.
Berkata Imam Al-Dainury " Barang siapa membaca sholawat Narriyah sebanyak
11 kali setiap usai sholat fardlu, maka rizkinya tak akan pernah putus dan ia
akan mendapat drajat yang tinggi dan kekuasaan yang cukup.
Bila di baca sesuai jumlah para Rasul yaitu 313 kali, maka ia bias melihat
dengan mata hati semua apa yang di kehendaki.
Barang siapa membaca setiap hari 1000 kali, maka ia akan memperoleh apa yang
tidak bias di miliki oleh orang yang mensifatinya
Berkata Al-Imam Al- Qurthuby :" Barang siapa hendak menghasilkan suatu
perkara yang sangat penting atau menolak musibah , maka bacalah sholawat
tafrijiyah ( nariyah ) dan bertawassul pada Nabi Muhammad Saw. Sebanyak 4.444
kali. Sungguh Allah akan memberi taufiq dan mengabulkan keinginannya sesuai
niatnya.
4 .
SHOLAWAT NURIL ANWAR
اللهم صل على نور الانوار وسر الاسرار وترياق الاغيار ومفتاح باب اليسار سيدنا
ومولانا محمد المختار واله الاطهار وأصحابه اللاخيار عدد نعم الله وافضاله
5
.SHOLAWAT MUNJIYAT
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ
جَمِيْعِ الاَهْوَالِ وَالافَََاتِ وَتَقْضِى لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الحَاجَاتِ
وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّأَتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ
أعْلىَ الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أقْصَى الغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ
الخَيْرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَاتِ
Khasiyatnya : Untuk keperluan hajat penting.
Caranya
: 1) Bacalah Basmalah
sebanyak 12.000 kali
2).Setiap selesai 1.000 kali di selingi dengan do'a solawat tersebut seba
nyak menurut kemampuan.
6.
SHOLAWAT HAJJIYAH
الّلهُّمَّ صَلِّ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا
حَجِّ بَيْتِكَ الْحَرَاِم وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِّيِكَ عَلَيْهِ اَفْضَلُ
الصَّلاَةِ وَ السَّلاَمِ فِيْ لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلاَمَةٍ وَبُلُوْغِ
اْلمَرَامِ وَعَلىَ اَلِهِ َوَصْحبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ
7.
SHOLAWAT BARAKAH
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً يُبَارِكُ لِي بِهَا فِي
مَالِي وَيَسْتَقِيْمُ بِهَا حَالِي َوعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ
وَسَلِّمْ
.
SHOLAWAT SIRRIL GHUYUB8
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُطْلِعُنَا بِهَا
مَقَاصِدَ الْقُلُوْبِ وَتَكْشِفُنَا بِهَا سِرَّ الْغُيُوْبِ وَعَلىَ اَلِهِ
وَصَحْبِهِ أطِبَّاءِ الْقُلُوْبِ.
9.
SHOLAWAT SANIYAH
اللهم اني أسألك بك أن تصلي على سيدنا محمد وعلى سائر الانبياء والمرسلين
والملائكة المقربين والاولياء والصالحين والعلماء العاملين. وعلى الهم وصحبهم
اجمعين عددما في علم الله العظيم صلاة تجعلنا بها من علماءك العاملين الراسخين
المخلصين المكرمين المعظمين وتكرمنا بها كرامة باهرة حتى بلغ الى جميع العالمين
نداءنا هذا .......... الى يوم الدين وترزقنا بها كثرة التلاميذ والاموال والاصحاب
والاتباع والاعوان والاضياف في كل يوم وليلة من يومنا هذا الى يوم الدين. وتلهمنا
بها علوما لدنية بالهام الملائكة المقربين وتجيب بها دعوتنا بالسعادة والكرامة في
الدنيا والاخرة ومن المرزوقين وتحشرنا بها بعبادك الصالحين في الدارين من الامنين
وتعود بركاتها علينا وعلى اولادنا وعلى ذريتنا وعلى اهل بيتنا وعلى جميع المسلمين
. وعلى اله وصحبه وبارك وسلم.
10.
SHOLAWAT BAHRIYAH KUBRO
اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تطمئن بها قلبي وتنفع بها علومي, وتقضي بها
حوائجي, وترفع بها درجتي, وتهدي بها قومي, وتخلص بها قلبي, وتلهمني بها علوم
اللدني, وتكرمني بها بالسعادة والكرامة وتكثر بها اموالي واصحابي وتلاميذي
واتباعي, وترزقني اللهم تمام نعمتك وتمام رحمتك وتمام رضوانك, وصل وسلم وبارك عليه
وعلى اله وصحبه عددما خلقت ورزقت وامت واحييت الى يوم تحشر فيه الخلائق اجمعين.
والحمد لله رب العالمين.
11.
SHOLAWAT NASHRIYAH
اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تهلك بها اعدائنا وحسادنا وتهدي بها قومنا وتصلح
بها احوالنا وتقضي بها حوائجنا وترفع بها درجاتنا وتكثر بها أموالنا وتلاميذنا
وأتباعنا واعواننا واضيافنا وتعود بركاتها علينا وعلى اولادنا وعلى اهل
بيتنا وعلى اله وصحبه وسلم.
12.
SHOLAWAT YAASIIN
صلى الله على يس
|
احمد الهادي الامين
|
واله
المقربين
|
وصحبه والتابعين
|
حفظنا كل القرأن
|
جودنا طلق اللسان
|
فهمنا حق البيان
|
ثبتناه في الجنان
|
باعدنا من الشيطنا
|
قربنا الى الرحمان
|
أعذنا من النسيان
|
واحتمنا على الايمان
|
والثقال في الميزان
|
واللقاء في الغفران
|
والدخول في الجنان
|
والنظر بالرضوان
|
13.
SHOLAWAT QUR'ANY
صلاة الله والسلام
|
1
|
على من اوحي القرأن
|
واهل بيته الكرام
|
2
|
وصحبه ذوى القرأن
|
سلام الله والضوان
|
3
|
على من عظم القرأن
|
بقلب خالص نوى
|
4
|
محب راغب القرأن
|
فطوبى من تعلما
|
5
|
وبعد علم القرأن
|
ودام عند كل حين
|
6
|
مرتلا تلا القرأن
|
مجودا وخاشعا
|
7
|
ومفهما معنى القرأن
|
وعاملا جميع ما
|
8
|
حوىو ما اقتضى القرأن
|
وفاز من تكلما
|
9
|
مع الرحمن بالقرأن
|
وخاب من تجنبا
|
10
|
عليه لعنة القرأن
|
ولا قرين في الدنيا
|
11
|
ولا الاخرى سوى القرأن
|
ولا شفيع ذا الاعلى
|
12
|
لدى المولى عدا القرأن
|
وشافع مشفع
|
13
|
ومنجي صاحب القرأن
|
وماحل مصدق
|
14
|
على من اعرض القرأن
|
عسى نجبى عسى نجبى
|
15
|
شفا عات من القرأن
|
عسى نرضى عسى نحضى
|
16
|
جنان منزل القرأن
|
فيا الهنا اجعلنا
|
17
|
من الاهالى في القرأن
|
وزدنا علما نافعا
|
18
|
بما علمتنا القرأن
|
ووسع ما رزقتنا
|
19
|
كما قد عاهد القرأن
|
وحصل كل ما يرام
|
20
|
وحج منزل القرأن
|
أمتنا في حسن الختام
|
21
|
مع القبول با القرأن
|
وصل ثم سلم
|
22
|
وحمدا ما دام القرأن
|
لعبد الله ذا النظام
|
23
|
محبة الى القرأن
|
لقارئ ومقرئ
|
24
|
كذا تلاميذ القرأن
|
14.
SHOLAWAT MUKHOTHOB
الصلاة والسلام عليك ياسيدي يارسول الله خذ بيدي قلت حيلتي أدركني
Khasiyatnya: Untuk memenuhi hajat yang besar agar cepat di penuhi oleh Allah Swt.
Cara mengamalkannya : Tengah malam Jum'at ( jam 24 ke atas ) di baca sebanyak 1000x. dan
malam lainnya sebanyak 11 x
15.
SHOLAWAT MA'LUFAH
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد الالف المألوف اجبرني حاجتي
Khasiyatnya: untuk melunasi hutang dan
hajat yang pentinh lainnya.
Caranya : Tengah
malam di baca sebanyak lima ribu satu ( 5001 ) kali dalam satu
Majlis.
16. DO’A
THOLABAH
Fida’ shughra dan kubra
Fida’ adalah suatu amalan di mana seseorang apabila mengamalkannya amalan
tersebut bisa untuk menebus dirinya dari api neraka atau untuk orang lain.
Fida’
ada dua macam, yaitu fida’ shughra dan fida’ kubra.
Fida’ shughra yaitu bacaa. Kalimah thoyyibah sebanyak 70.000 kali.
Ada yang mengatakan sebanyak 71.000 kali.
Fida’ kubra: yaitu bacaan surat Al- Ikhlash sebanyak 100.000 kali.
وروي ان الشيخ
ابا الربيع المالكى كان على مائدةطعام وكان قد ذكر لااله الاالله سبعين الف مرة
وكان معهم على المائدة شاب من اهل الكشف فحين مد يده الى الطعام بكى وامتنع من
الطعام فقال له من الحاضرون لم تبكى فقال أرى جهنم وأرى أمى فيها . قال الشيخ ابو
الربيع فقلت فى نفسى اللهم إنك تعلم أنى قد هللت هذه السبعين الفا وقد
جعلتها عتق ام هذا الشاب من النار. فقال الشاب الحمد لله أرى أمى قد خرجت من النار
وما أدرى ما سبب خروجها وجعل هو يبهج واكل مع الجماعة . وهذا التهليل بهذا العدد
يسمى عتاقة صغرى كما أن سورة الصمدية إذا قرئت وبلغت مائة الف مرة تسمى عتاقة كبرى
ولو فى سنين عديدة فان الموالاة لاتشترط
Artinya: Di riwayatkan bahwa Syaikh Aba Al-
Robi’ Al- Maliqy berada pada suatu hidangan makanan. Beliau telah
berdzikirankalimah thoyyibah sebanyak 70.000 kali. Di situlah bersama para
hadirin ada seorang pemuda termasuk orang yang ahli mukasyafah ( terbukanya
hati ),di saat ia mengulurkan tangannya pada makanan,ia menangis dan enggan
makan.lalu hadirin bertanya ; mengapa kamu menangis ?, maka ia menjawab” aku
melihat neraka jahanam dan aku melihat ibuku ada di sana. Berkata Syaikh Abu
Al-Rabii’ “ Maka ku berkata dalam hatiku Ya Allah sungguh engkau mengetahui
bahwa aku benar- benar telah membaca tahlil ini sebanyak 70.000 kali dan ku
jadikan nya sebagai kemerdekaan ibu pemuda inidari neraka. Lalu pemuda terebut
mengucapkan Al- Hamdulillah aku melihat ibuku benar- benar telah keluar dari
neraka dan aku tidak tahu apa sebabnya ia keluar dari neraka.Si pemuda tersebut
lalu bergerak dan mau makan bersama para jama’ah.Tahlil ini dengan jumlah
tersebut di namakan ‘Ataqoh shughra sebagaimana surat Al-Ikhlash bila di baca
dan mencapai 100.000 kali di namakn ‘Ataqoh kubra sekalipun dalam beberapa
tahun, karena bacaan langsung dalam satu majlis tidak menjadi syarat utama. (
Kitab Al-Futuhat Hamisy Nashoihul ‘ibad hal 24 ).
Rasulullah saw bersabda ;
من قال لااله الالله سبعين ألفا بشر له بالجنة قبل موته
Artinya: Barang siapa membaca Lailaaha illallah
sebanyak 70.000 kali, maka ia di beri kabar gembira dengan surga sebelum ia
meninggal.
Rasulullah saw bersabda:
من قال لااله الاالله أحدا وسبعين ألفا إشترى به نفسه من الله عز وجل رواه أبو
السعيد وعائشة رضى الله تعالى عنهما
Artinya: Barang siapa mengucapkan Lailaaha
illallah sebanyak 71.000 kali, maka ia telah membeli diri dari Allah Azza
wa jalla. Hadits riwayat Abu Al- Sa;id dan ‘Aisyah ra.
Begitu pula bila itu di lakukan untuk orang lain. Aku berkata” mungkin saja
Hadits ini di sandarkan kepada para Sayidah Sufiyah dalam menamakan dzikir yakni kalimah tauhid dengan jumlah tersebut
dengan sebutan ( عتاقة جليلة ) dan telah masyhur tentang dzikir tersebut
cerita- cerita yang telah di terangkan Al-Syakhu Al-Akbar dari Al-Imam
Abul-Abbas Al-Quthbu Al-Qustholanymengutip dari Al-Syaikh Abu Al-Rabii’
Al-Maliky sebagai dalil atas benarnya sebuah hadits tersebutdengan melalui
jalan ilmu mukasyafah.
Abu
Sa’id Al -khodimy telah mengutipnya dalam kitab Al-Bariiqoti syarah Al-Thoriqoh
Al- Muhammadiyah beliau menjelaskan bahwa hadits dlo;if itu bisa dii amalkan
dalam fadloilil ‘a’mal, lebih- lebih hadits tersebut tidak menulayai pada
qiyas. ( Keterangan di ambil dari kitab Khozinatul-Asror hal 188 )
Di dalam sebuah
kitab Irsyadul ‘ibad karya Syaikh Zainuddin Ibnu Abdul Aziz di sana juga di
jelaskan tentang fida’ yaitu ;
عن الشيخ أبي زيد القرطبي قال سمعت في بعض
الاثار أن من قال لااله الاالله سبعين ألف مرة كانت له فداء من النار فعملت على
ذلك رجاء بركة الوعد فعملت منها لأهلى وعملت منها أعمالا إدخرتها لنفسى وكان إذ
ذاك يبيت معنا شاب يقال له يكاشف في بعض الاوقات بالجنة والنار وكانت الجماعة ترى
له فضلا على صغر سنه وكان فى قلبى منه شىء فاتفق أن إستدعانا بعض الإخوان الى
منزله فنحن نتناول الطعام والشاب معنا إذ صاح صيحة منكرة واجتمع فى نفسه وهو يقول
يا عم هذه أمى فى النار وهو يصيح بصياح عظيم لايشك من سمعه أنه عن أمر فلما رأيت ما
به من الانزعاج قلت فى نفسى أليوم أجرب صدقه فألهمنى الله السبعين ألفا ولم يطلع
على ذلك أحد الاالله فقلت فى نفسى الأثر حق والذين رووه صادقون اللهم إن
السبعين ألفا فداء هذه المرأة أم هذا الشاب فما استتممت الخاطر فى نفسى الا أن قال
يا عم ها هى أخرجت الحمد لله .
Artinya: Dari Syaikh Abi Zaid Al-Qurthuby ia
berkata “ Aku mendengar di dalam sebagian hadits bahwa orang yang mengucapkan
LA IIAAHA ILLA A LLAH sebanyak 70.000 kali, maka menjadi tebusan baginya dari
api neraka.Lalu aku mengamalkannya dengan harapan mendapat barokah darinya, aku
mengamalkannya untuk keluargaku dan aku mengamalkannya untuk diriku sendiri.Dan
pada saat itu pula kami bersama seorang pemuda konon ia terkenal dengan ilmu
mukasyafahnya pada sebagian waktu, ia bisa di perlihatkan surga dan neraka. Dan
memang para jama’ah melihat kelebihan yang ia miliki semenjak ia masih kecil,
hatiku ada sesuatu darinya,bersamaan itu kami di undang sebagian teman ke
rumahnya lalu kami makan bersama sedang si pemuda juga turut kami, tiba- tiba
ia menjerit sekuat—kuatnya yang mengerikan,dan ia dalam penuh konsentrasi
diri,ia berkata “ Wahai pamanku ini ibuku di neraka “ ia menjerit sekeras-
kerasnya yang tidak di ragukan bagi orang yang mendengarkannya bahwa ia dalam
suatu masalah. Begitu aku melihat apa yang ada pada dirinya, aku berguman dalam
hatiku “ Hari ini kesempatan bagiku untuk menguji kebenarannya. Kemudian Allah
memberiku ilham 70.000 tersebut dan tak ada yang tahu itu kecuali Allah. Lalu
aku berguman di hatiku “ Hadits itu nyata dan orang- orang yang telah
meriwayatkannya mereka itu benar. Ya Tuhanku sesungguhnya 70.000 ini sebagai
tebusan wanita ini ibu pemuda ini. Belum usai aku berguman ia berkata “ Paman
haa ibuku telah di keluarkan dari neraka alhamdu lillah. ( Irsyadul ‘Ibad
hal 4 ).
Membaca Shlawat
Bukan hanya sekedar membaca dengan sebanyak – banyaknya, tapi yang lebih
utama adalah dengan kita bershalawat kita senantiasa ingat dengan segala
perjuangan Nabi Muhammad saw dan meneladani ahlak (perkataan, sifat dan
perilaku) beliau yang mulia dan mempraktekkanya dalam hidup.
Menjadikan beliu the first idola dalam hidup, karena Allah sendiri memuji
beliau dengan “Innaka laala khuluqin adzim” dan “
laqod kana lakum fi rosulillahi uswatun hasanah”, dan “kana
khuluquhul qur’an”. Marilah kita bershalawat dengan sekuat-kuatnya
dan sebanyak banyaknya dan semoga barokah shalawat itu menjadikan kita
sebagai pribadi yang utama, yang mampu meneruskan segala perjuangan Nabi
Muhammad saw di dalam “innama bu’istu li utamimma makarimal ahlaq”,
peradaban budaya, prilaku, karakter manusia yang “udhuluu fi silmi
kaffah”, yang tujuanya untuk menjadikan manusia paripurna/insan kamil“kuntum
khoiro ummatin uhrijat linnas”.dan menjadikan masyarakat
madani yang maju dan makmur, sehinnga menjadikan sebagai “baldatun
thoyibatun warabbun ghofur”, dalam bahasa jawanya “gemah ripah loh
jinawi toto tentrem kerto raharjo” yang penuh Rahmat Allah swt.
|
KISAH NABI MUHAMMAD S.A.W. : HIKMAH DARI PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ
suara jiwa pelopor7:56 PMKISAH NABI MUHAMMAD S.A.W. : HIKMAH DARI PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ
No comments
Kisah Nabi Muhammad SAW
HIKMAH
DARI PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ
Perjalanan isra
dan mi’raj merupakan perjalanan yang penuh berkah yang menunjukkan betapa Maha
Kuasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana seorang hamba –Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-, bersama ruh dan jasadnya
menempuh jarak ribuan bahkan jutaan kilometer hanya dalam satu malam saja. Dan
dalam perjalanan yang sedemikian cepat tersebut, Allah kuasakan Nabi Muhammad
mampu melihat keadaan sekitar yang beliau lewati, baik kejadian atau keadaan
saat isra maupun mi’raj.
Imam as-Suyuthi
adalah di antara ulama yang menjelaskan beberapa hikmah perjalanan isra mi’raj.
Beliau mengatakan tentang hikmah perjalanan isra dilakukan di malam hari karena
malam hari adalah waktu yang tenang menyendiri dan waktu yang khusus. Itulah
waktu shalat yang diwajibkan atas Nabi, sebagaimana dalam firman-Nya,
“Berdirilah shalat di malam hari” (QS. Al-Muzammil: 2) (as-Suyuthi, al-Khasha-is
an-Nabawiyah al-Kubra, Hal: 391-392).
Abu Muhammad
bin Abi Hamzah mengatakan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum
naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan
membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari
Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian
kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi
Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak
mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang
pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah
melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa
peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa
yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan
kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah
iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah
keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).
Dan termasuk
hikmah perjalanan isra mi’raj Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah
isyarat bagi umat Islam agar menjaga bumi al-Quds dari para penyusup dan
orang-orang yang tidak senang terhadap Islam. Khususnya bagi kaum muslimin saat
ini, agar tidak merasa rendah, takut, dan lemah dalam memperjuangkan al-Quds
dari tangan orang-orang Yahudi (al-Buthi, Fiqh ash-Shirah an-Nabawiyah,
Hal: 113)
Adapun hikmah
dari peristiwa mi’raj dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih
susu daripada khamr menunjukkan fitrah dan murninya ajaran Islam yang sesuai
dengan tabiat manusia. Sedangkan peristiwa terbukanya pintu langit yang
sebelumnya terkunci, lalu Jibril ‘alaihissalam meminta untuk
dibukakan, yang demikian agar alam semesta mengetahui bahwa sebelum kedatangan
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hal ini belum
pernah dilakukan. Sekiranya tidak demikian, mungkin orang akan menyangka bahwa
pintu langit senantiasa terbuka. Dan Allah Ta’ala juga hendak
mengabarkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal
oleh penduduk langit. Oleh karena itu, ketika pintu langit dibukakan, lalu
Malaikat Jibril mengatakan kepada penjaga langit bahwa ia bersama Muhammad,
malaikat penjaga tersebut bertanya, “Apakah dia telah diutus?” Bukan bertanya,
“Siapa Muhammad?” (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra,
391-392).
As-Suyuthi
melanjutkan, hikmah beliau dipertemukan dengan Nabi Adam ‘alaihissalam pada
langit pertama karena Nabi Adam adalah nabi dan manusia pertama. Di langit
kedua bertemu dengan Nabi Isa ‘alaihissalam karena Nabi Isa
adalah yang paling dekat masanya dengan Nabi Muhammad ‘alahima shalatu
wa salam. Kemudian di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, karena umat
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan masuk ke dalam
surga dengan penampilan serupawan Nabi Yusuf. Berikutnya Nabi Idris, dikatakan
bahwa beliaulah yang pertama kali diangkat ke langit sebelum Nabi Isa dan Nabi
Muhammad. Kemudian bertemu dengan Nabi Harun karena dia adalah saudara Nabi
Musa yang mendapinginya dalam berjuang. Setelah itu berjumpa Nabi Musa karena
keutamaan beliau pernah diajak berbicara oleh Allah. Dan terakhir adalah Nabi
Ibrahim karena beliau adalah bapak pilihan yakni bapak para nabi.
Imam
al-Qurthubi menyatakan, pengkhususkan Nabi Musa dalam peristiwa shalat. Ada yang
mengatakan karena Nabi Musa adalah nabi yang paling dekat posisinya saat Nabi
Muhmmad turun. Ada juga yang mengatakan umatnya lebih banyak dari umat nabi
selainnya. Ada lagi yang berpendapat karena kitab suci yang diturunkan kepada
Nabi Musa adalah kitab yang paling mulia kedudukan dan hukum syariatnya sebelum
Alquran diturunkan. Atau juga karena umat Nabi Musa dibebankan amalan shalat
sebagaimana umat nabi lainnya, lalu mereka merasa berat dengan syariat
tersebut, maka Nabi Musa kasihan dengan umat Nabi Muhammad. Pendapat terakhir
ini dikuatkan dengan riwayat tentang perkataan Nabi Musa,
أنا أعلم بالناس
منك
“Saya lebih
mengetahui karakter manusia dibanding Anda.”
Tidak heran
Alquran banyak sekali memuat kisah Nabi Musa, tujuannya adalah agar kita banyak-banyak
mengambil hikmah dari perjalanan hidup beliau, perjalanan dakwahnya, dll.
Pengkhususan
syariat shalat melalui perjalanan mi’raj karena ketika Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam mi’raj di malam itu, para malaikat sedang beribadah.
Di antara mereka ada yang berdiri dan tidak duduk, ada yang terus rukuk dan
tidak sujud, ada yang terus sujud dan tidak duduk, maka Allah Subhanahu
wa Ta’ala mengumpulkan semua ibadah ini untuk umat Nabi Muhammad.
Seorang hamba menggabungkan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk dalam satu rakaat
saja (Muhammad Amin bin Ahmad Janki, ash-Shirah an-Nabawiyah min
al-Fathi al-Bari, 1: 239-240).
Dengan
perjalanan isra mi’raj ini, Allah menginginkan agar hamba dan Rasul-Nya
merasakan periode baru dalam berdakwah, sebagaimana Nabi Musa juga mengalami
periode baru dengan berangkat langsung mendakwahi Firaun dan diangkatnya
saudaranya Harun untuk mendampingi dakwahnya. Nabi Musa sebelum diperintahkan
untuk menemui Firaun telah Allah siapkan dengan berbagai macam mukjizat dan keutamaan
agar beliau siap. Allah berfirman kepada Nabi Musa,
لِنُرِيَكَ مِنْ
آَيَاتِنَا الْكُبْرَى اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
“untuk Kami
perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat
besar, Pergilah kepada Fir´aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.” (QS.
Thaha: 23-24)
Sama halnya
dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah
persiapkan perjalanan dakwah beliau yang panjang dengan membawanya ke suatu
fase dimana dipertemukan dengan Jibril, para nabi, surga dan neraka, agar
kesabaran beliau kian tertempa dalam menghadapi lika-liku perjalanan dakwah.
Allah berfirman kepada Nabi Muhammad,
لَقَدْ رَأَى
مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
“Sesungguhnya
dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling
besar.” (QS. An-Najm: 18)
Lalu beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam diistimewakan dengan mengimami para nabi dan
dinaikkan menuju sidratul muntaha, suatu keistimewaan yang tidak didapat oleh
seoranng pun selain beliau.
Dan
sebesar-besar hikmah dari perjalanan isra mi’raj adalah disyariatkannya shalat.
Dengan melaksanankan shalat wajib tersebut seorang hamba menegakkan sebuah
kewajiban ubudiyah yang mampu meredam hawa nafsu, menanamkan akhlak-akhlak
mulia di dalam hati, menyucikan jiwa dari sifat penakut, pelit, keluh kesah,
dan putus asa. Dengan shalat kita bisa memohon pertolongan kepada Allah dari
permasalahan yang kita hadapi. Allah Ta’ala berfiman,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ
الصَّابِرِينَ
“Hai
orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
إِنَّ
الإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ
الْخَيْرُ مَنُوعًا إِلاَّ الْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ
دَائِمُونَ
“Sesungguhnya
manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa
kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan
shalatnya.” (QS. Al-Ma’arij: 19-23)
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah seorang yang senantiasa berdiri (shalat)
bermunajat kepada Rabbnya, sampai-sampai beliau menemukan kenikmatan dalam
mengerjakan shalat. Beliau bersabda,
وَجُعِلَتْ
قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاةِ
“Dan dijadikan
penyejuk hatiku di dalam shalat.”
Semoga Allah
menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersemangat dalam mengerjakan shalat
dan tidak lalai dalam mengerjakannya. Semoga shalat menjadi penyejuk hati kita
dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Rabb kita. Amin..
Sumber:
Islamstory.com







